Kumpulan syair yang terlupakan : RINTIK HUJAN YANG TAK PERNAH BERHENTI dan Tatanan Yang Ironi

Setelah membuka kembali file-file lama di harddisk external, dua buah syair tergeletak diantara kumpulan-kumpulan file yang usang dan entah kapan aku menulisnya, aku lupa.

RINTIK HUJAN YANG TAK PERNAH BERHENTI

Seharian penuh ini aku hanya melihat rintik hujan

Seharian penuh ini aku hanya merasakan derunya angin hujan

Jakarta, Moskow, Voronezh atau entah itu dimana

Aku bisa merasakan hujan yang sama : air

Akan menjadi sebuah pecutan bagi mereka

Hujan yang sama dengan perilaku yang berbeda

Kenapa bisa?

Tidak ada tempat yang sempurna selama manusia itu sendiri yang membuat

Tidak ada sesuatu yang sempurna selama manusia itu sendiri yang merencanakan

Dan tidak ada sesuatu yang sempurna selama manusia itu sendiri yang melanggarnya

Mereka pun belum bisa berbangga diri jika mereka masih bisa merasakan hal bodoh di sekitar mereka

Tidak lebih dari seorang pecundang sejati yang menghargai dirinya sendiri dengan dada terbusung di atas pena yang menuliskan sejarah yang kelam.

Dan juga tidak lebih dari sebuah anjing betina yang ingin bercinta saat dia menganggap dirinya sebuah mahakarya : haus akan pujian.

Mungkin dia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi tapi sayang, dia hanya seekor anak tikus yang mempunyai segudang keluarga dan merekapun terus terjaga agar sang anak tikus tetap hidup dan tetap bisa di manfaatkan sebagai yang terlemah.

* untuk memperingati hari bumi*

-Darwo-

Tatanan Yang Ironi

Dia di mulai dari huruf A

Menjadi terbaik itu keunggulan  dia

Terkaya, terkuat dan tercerdik

Cukup dengan satu kata, dia bisa mendapatkan semua. Itu, itu dan itu.

Tapi sayang, itu hanya keinginan dia

Tidak mudah untuk mendapatkannya

Setiap orang, setiap kantor, setiap departemen dan setiap Negara menyanjungnya

Karena dengan dia lah, sebuah pemanis yang bisa menyesuaikan diri dengan airnya atau penambah rasa lainnya pada minuman atau makanan

Setiap orang ingin mendapatkannya, setiap orang berjuang mendapatkannya.

Hanya untuk sesuatu yang terbentuk pada tatanan hirarki yang mengada-ada

Dan apakah kebahagian bisa terbentuk jika harus lahir,sekolah, nikah, keluarga, tua dan mati

Terpatok hanya untuk mendapatkan dia

Apa itu?

Nilai A

-darwo-

2 Comments

Filed under Sastra Darwadism

2 Responses to Kumpulan syair yang terlupakan : RINTIK HUJAN YANG TAK PERNAH BERHENTI dan Tatanan Yang Ironi

  1. saya gak ngerti sastra sih
    jadi ya manggut” aja deh:D

  2. darwadi

    heheheh,,, keep it read aja,,, nanti paham kok.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s