Kanan, kiri, serong kanan, sering kiri, mencari jalan terlowong untuk mendapatkan akses tercepat untuk sampai ke tujuan. Belum lagi di saat macet dimana antrian panjang yang susah diatur muskipun ada yang bertanggung jawab akan kelancaran jalanan, SATLANTAS.
Kemacetan di Jakarta, bisa dibilang cukup akut muskipun ada yang jauh lebih akut seperti Moskow. Susah dibayangkan kondisi kemacetan jakarta yang cukup akut ternayata ada yang lebih gila.
Perbedaan yang cukup menonjol antara jakarta dan moskow yaitu kenyamanan. Macet yang melebihi standart dari Jakarta itu masih di dukung dengan kenyamanan yang bisa dibilang jauh lebih manusiawi. Bis yang muskipun padat tetap menutup pintunya, mobil dan pengguna jalan lainnya tetap mengerti bagaian jalan mana yang tidak boleh dilalui apalagi untuk jalur tram.
Begitu pula untuk kendaraan yang tadi penulis bilang, manusiawi. Dalam hal ini kendaraan yang benar-benar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain, memang bisa dibilang masih ada beberapa yang masih mengganggu seperti asap knalpot yang tebal tapi jika dibanding dengan Jakarta, kita jauh lebih cinta asap tebal sepertinya.
Belum lagi saat semua dalam actionnya. Saling serobot dengan asap tebalnya, melebihi garis marka tanpa perintah sang satlantas, pernak pernik jalan seperti pak ogah yang memang hanya ada di Indonesia. Lalu lihatlah negara tercinta kita ini, layaknya lalu lintas kita bukan? Bagi yang menjawab bukan, biarkan penulis terus menjelaskan kelanjutan dari tulisan ini.
Mari kita analogikan jalanan dengan perputaran pembuatan dokumen entahitu paspor, Sim atau yang lainnya yang berkaitan dengan aparatur negara dan masyarakat. Banyaknya calo atau mafia di setiap departemen pemerintah bagaikan pak ogah yang sibuk memberi jalan kepada setiap pengguna jasa dari pemerintah. Mereka akan terus ada jika terus dan terus penyelewengan posisi, seorang calo tidak akan menjadi calo jika pekerjaan tersedia. Begitu pula pak ogah yang kerap kali kita temui disetiap sudut jalan, mereka tidak akan ada jika pemerintah mempunyai trik yang ampuh untuk para pak ogah dan mafia hukum atau calo yang sebenranya bisa lebih diberdayakan. Kembali pada lapangan pekerjaan yang merupakan PR besar pemerintah.
Kedua, lihatlah banyaknya politik kantor yang lucu, seperti itulah jalanan kita dan kehidupan bangsa kita, siapa yang kuat dia yang dapat. Siapa yang kaya dia yang berkuasa, siapa yang lemah dialah yang terjajah. Lihatlah jalanan dengan dinamikanya.
Bill Clinton – lihatlah suatu negara dari lalu lintasnya –
Cerminan yang sangat mudah untuk pemerintah kita dan kita sebagai masyarakat bercermin.
Salam.